Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Februari 2016

Kitab-Kitab Allah dan Rasul Penerimanya

Kitab-kitab Allah dan Rasul penerimanya - Didalam agama islam terdapat 4 kitab Allah yang telah diturunkan kepada para Rasul-Nya yang wajib kita ketahui, diantaranya yaitu ada kitab taurat, kitab zabur, kitab injil, dan terakhir adalah kitab Al-Qur'an. Masing-masing dari kitab tersebut tentu saja memiliki penerima yang berbeda. Untuk lebih mengetahui siapa saja rasul penerima dari kitab-kitab Allah silahkan simak materinya berikut ini.

Kitab Allah dan Penerimanya
  1. Kitab Taurat, diturunkan kepada Nabi Musa a.s
  2. Kitab Zabur, ditunkan kepada Nabi Daud a.s
  3. Kitab Injil, diturunkan kepada Nabi Isa a.s
  4. Kitab Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Nah diatas adalah nama-nama kitab Allah dan juga para penerima wahyu dari Allah. Sekarang kita akan menjelaskan sedikit mengenai 4 kitab tersebut secara singkat.
kitab allah dan penerimanya


1. Kitab Taurat

Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani, yaitu "thora" yang berarti instruksi. Kitab Taurat adalah salah satu diantara kitab-kitab Allah. Kitab suci ini diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. Nabi Musa as. menerima Kitab Taurat untuk menjadi petunjuk dan bimbingan baginya beserta Bani Israil.
penerima kitab taurat
kitab taurat

Taurat merupakan salah satu dari tiga komponen, yaitu Thora, Nabin, dan Khetubin yang terdapat dalam kitab suci agama Yahudi yang disebut Biblia (al-Kitab), yang belakangan oleh orang-orang Kristen disebut Old Testament (Perjanjian Lama).

Isi pokok Kitab Taurat dikenal dengan Sepuluh Hukum (Ten Commandements) atau berarti juga Sepuluh Firman yang diterima Nabi Musa as. di atas Bukit Tursina (Gunung Sinai). Sepuluh Hukum tersebut berisi azas-azas keyakinan (aqidah) dan asas-asas kebaktian (syari'ah) sebagai berikut : 
  1. Hormati dan cintai Allah satu saja.
  2. Sebutkan nama Allah dengan hormat.
  3. Kuduskan hari Tuhan (hari ke-7 atau hari Sabtu).
  4. Hormati ibu bapakmu.
  5. Jangan membunuh.
  6. Jangan berbuat cabul.
  7. Jangan mencuri.
  8. Jangan berdusta.
  9. Jangan ingin berbuat cabul.
  10. Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

2. Kitab Zabur

Kata zabur (bentuk jamaknya zubur) berasal dari zabara-yazburu-zabr yang artinya menulis. Makna aslinya adalah kitab yang tertulis. Zabur dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan mazmur (jamaknya mazamir), dan dalam bahasa Ibrani disebut mizmar, yakni nyanyian rohani yang dianggap suci. Sebagian ulama menyebutnya Mazmur, yaitu salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum al-Qur’an (selain Taurat dan Injil).
penerima kitab zabur
kitab zabur

Dalam bahasa Ibrani, istilah zabur berasal dari kata zimra, yang berarti “lagu atau musik”, zamir (lagu) dan mizmor (mazmur), merupakan pengembangan dari kata zamar yang berarti “nyanyi, nyanyian pujian”. Zabur adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada kaum Bani Israil melalui utusan-Nya, yaitu Nabi Daud as.

Kitab Zabur berisi tentang nasehat, puji-pujian kepada Allah, hikmah, zikir, doa, dan seruan Allah swt. agar orang-orang Yahudi mentaati syariat yang telah diajarkan Nabi Musa a.s.

Kitab Zabur yang merupakan salah satu dari kitab-kitab Allah ini mengandung kumpulan ayat-ayat yang dianggap suci. Terdapat 150 surah dalam Kitab Zabur yang tidak mengandung hukum-hukum, tetapi hanya berisi nasihat-nasihat, pujian, hikmah, dan sanjungan kepada Allah Swt.

Secara garis besar, nyanyian rohani yang disenandungkan oleh Nabi Daud as. dalam Kitab Zabur terdiri atas lima macam: 
  1. Nyanyian untuk memuji Tuhan (liturgi).
  2. Nyanyian perorangan sebagai ucapan syukur.
  3. Ratapan-ratapan jamaah.
  4. Ratapan dan doa individu.
  5. Nyanyian untuk raja.
Adapun nyanyian pujian dalam Kitab Zabur (Mazmur: 146) antara lain: 
  1. Besarkanlah olehmu akan Tuhan hai jiwaku, pujilah Tuhan.
  2. Maka aku akan memuji Tuhan. seumur hidupku, dan aku akan nyanyikan pujian-pujian kepada Tuhanku selama aku ada.
  3. Janganlah kamu percaya pada raja-raja atau anak-anak Adam yang tiada mempunyai pertolongan.
  4. Maka putuslah nyawanya dan kembalilah ia kepada tanah asalnya dan pada hari itu hilanglah segala daya upayanya.
  5. Maka berbahagialah orang yang memperoleh Ya’qub sebagai penolongnya dan yang menaruh harap kepada Tuhan.
  6. Yang menjadikan langit, bumi dan laut serta segala isinya, dan yang menaruh setia sampai selamanya.
  7. Yang membela orang yang teraniaya dan memberi makan orang yang lapar. Bahwa Tuhan membuka rantai orang yang terpenjara.

Kitab Injil

Kitab Injil diwahyukan oleh Allah Swt. kepada Nabi Isa as. Kitab Injil yang asli memuat keterangan-keterangan yang benar dan nyata, yaitu perintah-perintah Allah Swt. agar manusia meng-esa-kan dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Ada pula penjelasan, bahwa di dalam Kitab Injil terdapat keterangan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir dan penutup para nabi dan rasul, yaitu bernama Ahmad atau Muhammad saw.
penerima kitab injil
kitab injil

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as. sebagai petunjuk dan cahaya penerang bagi manusia. Kitab Injil sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān, bahwa Isa as. untuk mengajarkan tauhid kepada umatnya atau pengikutnya. Tauhid di sini artinya meng-esa-kan Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Penjelasan ini tertulis dalam Q.S. al-Ḥad³d /57: 27.

Hanya saja Injil pun senasib dengan Taurat , yakni sudah mengalami perubahan dan penggantian yang dilakukan oleh tangan manusia. Kitab Injil yang sekarang memuat tulisan dan catatan perihal kehidupan atau sejarah hidupnya Nabi Isa as.

Kitab ini ditulis menurut versi penulisnya, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yahya (Yohana). Mereka adalah bukan dari orang-orang yang dekat dengan masa hidupnya Nabi Isa as. Sejarah mencatat sebenarnya masih ada lagi Kitab Injil versi Barnaba. Isi dari Injil Barnaba ini sangat berbeda dengan isi Kitab Injil empat macam yang tersebut di atas.

Kitab Al-Qur'an

Al-Qur’an diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’ān diturunkan tidak sekaligus, melainkan secara berangsurangsur. Waktu turun al-Qur’ān selama kurang lebih 23 tahun atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari. Terdiri atas 30 juz, 114 surat, 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf.
penerima kitab al-qur'an
kitab al-qur'an

Wahyu pertama adalah surah al-‘Alaq ayat 1-5, diturunkan pada malam 17 Ramaḍan tahun 610 M. di Gua Hira, ketika Nabi Muhammad saw. sedang ber-khalwat. Dengan diterimanya wahyu pertama ini, Nabi Muhammad saw. diangkat sebagai Rasul, yaitu manusia pilihan Allah Swt. yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Mulai saat itu, Rasulullah saw. diberi tugas oleh Allah Swt. untuk menyampaikan risalah-Nya kepada seluruh umat manusia.

Wahyu yang terakhir turun adalah Q.S. al-Māidah ayat 3. Ayat tersebut turun pada tanggal 9 Ḍulhijjah tahun 10 Hijriyah di Padang Arafah, ketika itu beliau sedang menunaikan haji wada’ (haji perpisahan). Beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw. wafat.

Al-Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. menghapus sebagian syariat yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya dengan tuntunan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Al-Qur’an merupakan kitab suci terlengkap dan berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman. Oleh karena itu, sebagai muslim, kita tidak perlu meragukannya sama sekali.
Read More

Pengertian Kitab dan Suhuf beserta Perbedaannya

Halo sobat kali ini kita akan membahas mengenai Pengertian Kitab dan Suhuf. Sebagai seorang muslim yang beragama islam, tentu saja kita mempunyai satu kitab suci yaitu Al-Qur'an. Tapi tahukan kamu bahwa sebelum adanya al-qur'an, ternyata ada kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s dan Nabi Ibrahim a.s yang disebut dengan suhuf. Lalu apa sih perbedaan dan pengertian dari kitab dan suhuf tersebut? Silahkan simak materi nya dibawah ini.
pengertian kitab dan suhuf beserta perbedaanya

Pengertian Kitab
Kitab adalah wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para Rasul-Nya yang sudah berbentuk buku/kitab.

Pengertian Suhuf
Suhuf adalah wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para Rasul-Nya, tetapi masih dalam bentuk "lebaran-lembaran" terpisah.

Perbedaan Kitab dan Suhuf
Dari pengertian kitab dan suhuf diatas dapat kita simpulkan bahwa perbedaan dari kitab dan suhuf adalah sebagai berikut.
  1. Kitab sudah berbentuk buku.kitab, sedangkan suhuf masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah.
  2. Isi suhuf sangat sederhana (simpel), sedangkan isi kitab lebih lengkap jika dibandingkan dengan isi suhuf (lebih terperinci).

Untuk membuktikan bahwa suhuf itu memang telah ada bahkan sebelum adanya kitab suci al-qur'an, kalian dapat melihat Q.S. Al-A'la ayat 19 yang artinya: "Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang terdahulu, (yaitu) suhuf-suhuf (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa".
Read More

Senin, 01 Februari 2016

Manfaat Ihsan dalam Kehidupan Sehari-hari (Berbuat Baik)

Halo sobat kali ini admin akan memberikan materi tentang manfaat ihsan dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia. Untuk mendapatkan hikmah dan manfaat dari ihsan tentu saja kita harus terlebih dahulu ihsan terhadap Allah dan juga semua mahluk-Nya. Tapi apa kalian sudah tau apa yang dimaksud dengan ihsan itu?

Kata Ihsan menurut bahasa berasal dari kata kerja (fi'il) yaitu hasuna-yahsunu-hasanan yang artinya baik, kemudia mendapat hamzah di depannya menjadi ahsana-yuhsinu-ihsanan yang artinya memperbaiki atau berbuat baik.

Jadi secara garis besar ihsan adalah suatu perbuatan baik yang dilakukan kita kepada Allah dan juga mahluk-Nya. Jadi untuk mendapatkan manfaat dari ihsan tentu saja kita harus berbuat baik terlebih dahulu terhadap orang lain.
manfaat ihsan dalam kehidupan sehari-hari

Contoh dari berbuat ihsan atau berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti menolong tetangga yang sedang terkena musibah, memberi makan hewan yang kelaparan, dan juga merawat alam sekitar. Bahkan jika kita telah melakukan ibadah seperti shalat, zikir, puasa dan sebagainya, maka itu sama saja seperti kita telah berbuat baik (ihsan) kepada Allah.

Sebenarnya semua yang kita perbuat itu pasti akan mendapatkan balasannya, baik itu perbuatan baik dan juga perbuatan buruk, mau dibalas di dunia maupun di akhirat. Baiklah tanpa panjang lebar lagi admin materikelas akan jelaskan manfaat dari ihsan dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat Ihsan dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Manfaat yang paling utama dari berbuat baik (ihsan) adalah mendapatkan pahala dan kasih sayang dari Allah Swt., karena dengan mendapatkan pahala dan kasih sayang-Nya kita akan bisa mendapatkan surga-Nya yang kekal dan abadi.

2. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua dan ikuti semua apa yang diperintahkannya jika itu memang bukan hal yang negatif, karena dengan begitu mungkin orang tua akan lebih menyayangi diri kita dan jika orang tua mampu maka apa yang diingingkan oleh kita akan berusaha untuk mereka dapatkan. Tapi satu manfaat yang paling penting dari kedua orang tua adalah do'a yang mujarab.

3. Manfaat ihsan dalam kehidupan sehari-hari yang ketiga akan kita dapatkan setelah kita berbuat baik terhadap kerabat, teman sejawat, ataupun tetangga. Karena jika kita berbuat baik kepada mereka maka mereka pun akan berbuat hal yang sama dari mereka yaitu berupa perbuatan baik pula.

4. Perbuatan ihsan yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari juga adalah memberi makan hewan seperti kucing, kambing, ataupun sebagainya. Manfaat yang kita dapatkan dari ihsan terhadap hewan adalah kita akan mendapatkan manfaatnya seperti misalnya jika berbuat baik seperti memelihara ayam dengan baik dan memberi makan ayam tersebut, maka ayam tersebut bisa bertelur adan telur tersebut bisa kita ambil.

5. Selain berbuat ihsan terhadap hewan, perbuatan ihsan yang juga sering dan dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan merawat alam sekitar. Contohnya saja jika kita menanam dan merawat pohon rambutan dengan baik, maka manfaat yang akan kita dapatkan adalah buahnya yang dapat kita petik dan kita makan.
Read More

Minggu, 31 Januari 2016

Hikmah dan Manfaat Ihsan (Berbuat Baik)

Pada kesempatan ini kita akan membahas Hikmah dan Manfaat Ihsan. Arti dari ihsan itu sendiri adalah berbuat baik, melakukan suatu hal yang dapat bermanfaat baik orang lain. Jadi yang akan dijelaskan pada artikek ini adalah apa hikmah dan manfaat berbuat baik, karena setiap perbuatan baik ataupun buruk pasti ada dampaknya baik itu berupa manfaat dan hikmah ataupun mudharat.

Jika seseorang berbuat baik (ihsan), sebenarnya mereka berbuat baik untuk dirimu sendiri karena setiap kebaikan akan berbalas kebaikan, itu adalah janji Allah Swt. dalam Al-Qur'an.
hikmah dan manfaat ihsan (berbuat baik)

Berbuat ihsan adalah tuntutan kehidupan kolektif karena tidak ada manusia yang dapat hidup sendiri. Berbuat baik (ihsan) kepada siapa pun akan menjadi stimulus terjadinya balasan dari kebaikan yang dilakukan. Demikianlah Allah Swt. membuat sunah (aturan) bagi alam ini, ada jasa dan ada balas. Semua manusia diberi nurani untuk berterima kasih dan keinginan untuk membalas budi baik.

Sikap perilaku ihsan mencakup semua perbuatan baik kepada Allah Swt. dan kepada sesama mahluk ciptaan-Nya.

Secara ringkas, perilaku ihsan antara lain sebagai berikut.

  1. Melakukan ibadah ritual (salat, zikir, dan sebagainya) dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan;
  2. Birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orangtua), dengan mengikuti semua keinginannya jika memungkinkan, dengan syarat tidak bertentangan dengan aturan Allah Swt.;
  3. Menjalin hubungan baik dengan kerabat;
  4. Menyantuni anak yatim dan fakir miskin;
  5. Berbuat baik kepada tetangga;
  6. Berbuat baik kepada teman sejawat;
  7. Berbuat baik kepada tamu dengan memberikan jamuan dan penginapan sebatas kemampuan;
  8. Berbuat baik kepada karyawan/pembantu dengan membayarkan upah sesuai perjanjian;
  9. Membalas semua kebaikan dengan yang lebih baik;
  10. Membalas kejahatan dengan kebaikan, bukan dengan kejahatan serupa;
  11. Berlaku baik kepada binatang, dengan memelihara atau memperlakukannya dengan baik. Jika menyembelih ataupun membunuh, lakukan dengan adab yang baik dan tidak ada unsur penganiayaan;
  12. Menjaga kelestarian lingkungan, baik daratan maupun lautan dan tidak melakukan tindakan yang merusak.
Dari kesimpulan yang kita dapat, hikmah dan manfaat ihsan (berbuat baik) adalah kita akan mendapatkan balasan kebaikan juga. Contohnya saja ketika kita telah berbuat baik kepada tetangga dan menolongnya, maka ketika kita berada dalam keadaan susah maka sudah pasti tetangga kita itu pun akan turut membantu kita.

Apalagi ketika kita sudah berbuat ihsan kepada Allah Swt, seperti melaksanakan ibadah shalat, zikir, puasa, dan sebagainya dengan penuh kekhuyuan dan juga ikhlas maka sudah dipastikan balasannya adalah surga Allah. Dan itu adalah hikmah dan manfaat yang paling besar dari berbuat ihsan.
Read More

Ruang Lingkup Ihsan (Berbuat Baik)

Halo sobat, kali ini admin akan membahas mengenai Ruang Lingkup Ihsan. Maksud dari ihsan disini artinya adalah berbuat baik. Jadi adapun maksud dari ruang lingkup ihsan adalah kepada apa saja seharusnya kita melakukan perbuatan baik. Secara garis besar ruang lingkup ihsan terbagi menjadi 2, yaitu Ihsan kepada Allah Swt. dan Ihsan kepada sesama mahluk ciptaan Allah Swt. Untuk lebih jelasnya silahkan simak materi agama dibawah.

Ihsan kepada Allah Swt.

Ihsan kepada Allah yaitu berlaku ihsan dalam menyembah atau beribadah kepada Allah Swt., baik dalam bentuk ibadah khusus yang disebut ibadah mahdah (murni, ritual) maupun ibadah umum yang disebut ibadah gairu mahdah (ibadah sosial).

Ibadah mahdah seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Adapun ibadah gairu mahdah seperti belajar-mengajar, berdagang, makan, tidur, dan semua perbuatan manusia yang tidak bertentangan dengan aturan agama.

Berdasarkan salahsatu hadis tentang ihsan, ihsan kepada Allah mengandung dua tingkatan, berikut merupakan 2 Tingkatan Ihsan kepada Allah Swt.

1. Beribadah kepada Allah Swt. seakan-akan melihat-Nya.
Keadaan ini merupakan tingkatan ihsan yang paling tinggi karena dia berangkat dari sikap membutuhkan, harapan, dan kerinduan. Dia menuju dan berupaya mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Beribadah dengan penuh keyakinan bahwa Allah Swt. melihatnya.
Kondisi ini lebih rendah tingkatannya daripada tingkatan yang pertama karena sikap ihsannya didorong dari rasa diawasi dan takut akan hukuman.

Kedua jenis ihsan inilah yang akan mengantarkan pelakunya kepada puncak keihklasan dalam beribadah kepada Allah Swt., jauh dari sifat riya.

Ihsan kepada Mahluk Ciptaan Allah Swt.

Selain kita harus berbuat baik (ihsan) kepada Allah, kita juga harus berbuat ihsan terhadap semua mahluk ciptaannya. Berbuat ihsan kepada sesama mahluk Allah meliputi seluruh alam raya Ciptaan-Nya antara lain sebagai berikut.

1. Ihsan kepada Kedua Orang Tua

Berbuat baik kepada kedua orang tua ialah dengan cara mengasihi, memelihara, dan menjaga mereka dengan sepenuh hati serta memnuhi semua keinginan mereka selama tidak bertentangan dengan aturan Allah Swt. Mereka telah berkorban untuk kepentingan anak mereka sewaktu masih kecil dengan perhatian penuh dan belas kasihan. Mereka mendidik dan mengurus semua keperluan anak-anak ketika masih lemah. Selain itu, orang tua memberikan kasih sayang yang tidak ada tandingannya.
ruang lingkup ihsan (berbuat baik)

Firman Allah Swt. dalam Surah Al-Isra', 17:23-24 yang artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkan dirimu terhadap keduanya denga kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil'.".

Berbuat ihsan kepada kedua orang tua juga dipertagas sabda Rasulullah saw. riwayat Tirmidzi yang artinya: Keridaan Allah berada pada keridaan orang tua, dan kemurkaan Allah berada pada kemurkaan orang tua,

2. Ihsan kepada Kerabat Karib

Berbuat baik kepada kerabat karib dengan cara menjalin silaturahmi, bahkan Allah menyamakan seseorang yang memutuskan hubungan silaturahmi dengan perusak di muka bumi. Sebagaimana firman Allah yang artinya: "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskanhubungan kekeluargaan?. (Q.S. Muhammad, 47:22).

Silaturahmi merupakan kunci mendapatkan keridaan Allah Swt. sebab paling utama terputusnya hubungan seorang hamba dengan Tuhannya adalah karena terputusnya hubungan silaturahmi.

Dalam hadits qudsi, Allah Swt. berfirman yang artinya: Aku adalah Allah, aku adalah ahman, dan Aku telah menciptakan alam rahim yang kuberi nama bagian dari nama-Ku. Maka, barang siapa yang menyambungnya, akan Kusambungkan pula baginya dan barang siapa yang memutuskannya, akan Kuputuskan hubunganku dengannya. (H.R. Tirmidzi).


3. Ihsan kepada Anak Yatim

Berbuat baik kepada anak yatim ialah dengan cara mendidiknya dan memelihara hak-haknya. Banyak ayat dan hadis menganjurkan berbuat baik kepada anak yatim, di antaranya sabda Rasulullah saw. yang artinya: Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga kelak akan seperti ini (seraya menunjukkan jari telunjuk jari tengahnya). (HR. Bukhari, Abu Daud, dan Timidzi).

4. Ihsan kepada Fakir Miskin

Berbuat baik kepada fakir miskin ialah dengan memberikan bantuan kepada mereka terutama pada saat mereka mendapat kesulitan. Rasulullah saw. bersabda. "Orang-orang yang menolong janda dan orang miskin, seperti orang yang berjuang di jalan Allah.",(H.R. Muslim dari Abu Hurairah).

5. Ihsan kepada Tetangga

Berbuat baik kepada tetangga meliputi tetangga dekat, baik kerabat maupun tetangga yang berada di dekat rumah, serta tetangga jauh baik jauh karena nasab maupun yang berada jauh dari rumah.

Teman sejawat adalah teman yang berkumpul dengan kita atas dasar pekerjaan, pertemanan, teman sekolah atau teman kampus, perjalanan, ma'had, dan sebagainya. Mereka semua masuk ke dalam kategori tetangga.

Seorang tetangga kafir mempunyai hak sebagai tetangga saja, tetapi tetangga muslim mempunyai dua hak yaitu sebagai tetangga dan sebagai muslim. Adapun tetangga muslim dan kerabat mempunyai tiga hak yaitu sebagai tetangga, sebagai muslim, dan sebagai kerabat.

Rasulullah saw. bersabda, "Demi Allah, tidak beriman, demi Allah, tidak beriman." Para sahabat bertanya, "Siapakah yang tidak beriman , ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Seseorang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya>" (H.R. Al-Syaikhani).

Pada hadis yang lain, Rasulullah bersabda, "Tidak beriman kepadaku barang siapa yang kenyang pada suatu malam, sedangkan tetangganya kelaparan, padahal ia mengetahuinya." (H.R. At-Tabrani).


6. Ihsan kepada Tamu

Berbuat baik kepada tamu, secara umum adalah dengan menghormati dan menjamunya. Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya." (H.R. Jama'ah, kecuali Nasa'i).

7. Ihsan kepada Karyawan/Pekerja

Cara berbuat baik kepada karyawan atau orang-orang yang terikat perjanjian kerja dengan kita, termasuk pembantu, tukang, dan sebagainya, adalah membayar upah mereka sebelum keringat mereka kering (segera) dan tidak membebani mereka dengan sesuatu yang mereka tidak sanggup melakukannya. Kita juga harus mengormati dan menghargai profesi mereka.

8. Ihsan kepada Sesama Manusia

Berbuat baik kepada sesama manusia dapat kita lakukan dengan cara melembutkan ucapan, saling menghargai satu sama lain dalam pergaulan, serta menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemungkaran. Menunjukkan jalan jika ia tersesat, mengajari mereka yang bodoh, mengakui hak-hak mereka, serta tidak mengganggu mereka dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengusik dan melukai mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya: Barang siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. (H.R. Bukhari dan Muslim).

9. Ihsan kepada Binatang

Berbuat baik terhadap binatang adalah dengan memberinya makan jika ia lapar, mengobatinya jika ia sakit, tidak membebaninya diluar kemampuannya, tidak menyiksanya jika ia bekerja, dan mengistirahatkannya jika ia lelah.

Pada saat menyembelihnya dengan cara yang baik, tidak menyiksanya, dan menggunakan pisau yang tajam, Sebagaiman sabda Rasulullah saw. yang artinya: Maka apabila kamu membunuh hendaklah dengan cara yang baik, dan kamu menyembelih maka sembelihlah denga cara yang baik dan hendaklah menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihnya. (H.R. Muslim).

10. Ihsan kepada Alam Sekitar
Berbuat baik kepada alam sekitar dapat kita lakukan dengan cara memanfaatkannya secara bertanggung jawab, menjaga kelestariannya, dan tidak merusaknya karena pada dasarnya alam raya beserta isinya diciptakan untuk kepentingan manusia. Sebagaiman firman Allah Swt. yang artinya: Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baikkepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.
Read More

Rabu, 06 Januari 2016

Pengertian Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

Hari ini kita akan menjelaskan Pengertian Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra beserta ayat al-qur'an berserta artinya yang menjelaskan tentang hal tersebut. Sebagai muslim, kita wajib percaya adanya hari kiamat. Jika ditinjau dari proses kejadiannya, hari kiamat itu dibedakan menjadi dua, yaitu kiamat sugra (kiamat besar) dan kiamat kubra (kiamat kecil).

Kiamat Sugra

Sugra berarti kecil. Kiamat sugra adalah berakhirnya kehidupan sebagian mahluk di dunia ini baik secara individu maupun kelompok. Semua mahluk hidup pasti akan mengalami kematian, tidak ada mahluk yang abadi. Semuanya akan musnah dan binasa.Peristiwa kematian atau kehancuran mahluk hidup itulah yang dinamakan kiamat sugra.Artinya, kiamat kecil yaitu kiamat bagi mahluk yang mati itu.

Contoh kiamat sugra adalah sebagai berikut.
  1. Kematian seseorang.
  2. Bencana alam.
  3. Gempa bumi.
  4. Sakit.
  5. Kecelakaan.
Hal itu semua dijelaskan dalam al-qur'an surah Ali 'Imran ayat 185 sebagai berikut.
q.s. ali 'imran ayat 185
q.s. ali 'imran ayat 185
Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (Q.S. Ali 'Imran, 3: 185)

Kiamat Kubra

Kubra berarti besar. Kiamat kubra adalah berakhirnya seluruh kehidupan makhluk yang ada di dunia ini secara serempak. Siapa pun tidak dapat memprediksi dan mengetahui terjadinya hari kiamat meskipun menggunakan ilmu teknologi secanggih apapun. Para rasul dan malaikat pun tidak ada yang diberi tahu secara pasti tibanya hari kiamat, apalagi manusia biasa. Kiamat itu merupakan rahasia Allah Swt. Proses kejadian hari kiamat dijelaskan Allah Swt. dalam surah Al-Haqqah ayat 13-18 berikut.
Q.S. Al-Haqqah ayat 13-18
Q.S. Al-Haqqah ayat 13-18
Artinya: Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh. Dan para malaikat berada diberbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung 'Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi (bagi Allah). (Q.S. Al-Haqqah, 69: 13-18)
Read More