Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2016

KULIT (Bagian-Bagian, Fungsi, dan Gangguan pada Kulit)

Halo kali ini admin mau bahas salah satu materi biologi kelas 9 yaitu Kulit. Kulit ini merupakan anggota tubuh yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Kulit memiliki banyak sekali bagian-bagian nya dan juga memiliki berbagai macam fungsi kulit. Tetapi selain bagian dan fungsinya tersebut, kulit juga sering sekali mengalami gangguan pada kulit tersebut.

Maka dari itu, sekarang mari kita simak materi tentang kulit ini secara lengkap baik itu bagian-bagian, fungsi, ataupun juga gangguan pada kulit semuanya akan kita bahas secara ringkas agar materi ini dapat kalian pahami dengan baik.
KULIT (Bagian-Bagian, Fungsi, dan Gangguan pada Kulit)

Kulit juga termasuk salah satu organ eksresi atau organ yang mengeluarkan zat sisa. Zat sisa yang dikeluarkan oleh kulit yaitu berupa keringat.

Bagian-Bagian Kulit
Kulit terdiri atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam.

Lapisan epidermis kulit terdiri atas:

a. Lapisan korneum terutama tersusun atas sel-sel yang mati dan mudah mengelupas.
b. Lapisan lusidum yang berwarna terang, hanya tampak pada kulit yang tebal, misalnya di telapak kaki.
c. Lapisan granulosum yang mengandung sel-sel bergranula yang menghambat pengeluaran air yang berlebihan.
d. Lapisan spinosum, merupakan lapisan paling tebal epidermi.
e. Lapisan germinativum (lapisan basale) yang tumbuh dan selalu membelah; dilapisan ini banyak ditemukan sel melanosit yang menghasilkan pigmen melanin yang menentukan warna kulit seseorang.

Pada lapisan epidermis terdapat ujung safar telanjang yang berfungsi sebagai penerima rangsang geli, gatal, dan nyeri, saluran kalenjar keringat, dan saluran kalenjar minyak.

Lapisan dermis atau lapisan yang berada disebelah dalam kulit terdiri atas:

a. Pangkal kalenjar keringat,
b. Pangkal kalenjar minyak
c. Akar rambut.
d. Pembuluh darah.
e. Ujung saraf penerima rangsang, yang terdiri atas:

  1. Pacini, sebagai penerima tekanan.
  2. Ruffini, sebagai penerima panas.
  3. Krause, sebagai penerima dingin.
  4. Meissner, sebagai penerima sentuhan.
bagian bagian kulit
bagian bagian kulit

Fungsi Kulit
Kulit memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.
a. Sebagai alat eksresi, yaitu mengeluarkan keringat dan minyak.
b. Sebagai pelindung tubu. Di kulit terdapat protein keratin (zat tanduk) yang dapat mencegah masuknya kuman dan air melalui kulit.
c. Mengatur suhu tubuh dan menjaga agar pengeluaran air tidak berlebihan.

Gangguan pada Kulit
Kadas, kudis, kurap, dan panu merupakan penyakit kulit yang umum dijumpai di daerah tropis. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh tungau dan jamur. Upaya menghindarinya adalah selalu menjaga kebersihan kulit, misalnya dengan mandi, mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun antiseptik. tidak mengenakan pakaian yang lembap, dan menghindari saling meminjam pakaian.

Jerawat juga merupakan gangguan yang umum terjadi pada kulit. Jerawat dapat disebabkan gangguan kronis pada kalenjar minyak. Jerawat biasanya dialami oleh remaja yang sedang mengalami masa pubertas baik itu pria ataupun wanita.
Read More

Sabtu, 26 Desember 2015

Sistem Eksresi Ginjal (Bagian Nefron, Proses Pembentukan Urine, dan Gangguan pada Ginjal)

Halo sobat kali ini admin akan membahas materi biologi kelas 9 yaitu Ginjal sebagai Sistem Eksresi pada Manusia. Manusia memiliki 5 sistem eksresi tetapi kali ini admin akan membahas ginjal terlebih dahulu. Nah adapun yang akan kita bahas kali ini tentang ginjal adalah bagian-bagian nefron, proses pembentukan urin, dan yang terakhir adalah gangguan pada ginjal.

Ginjal merupakan alat eksresi yang membentuk dan mengeluarkan urine. Ginjal terdiri atas kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula), ureter, dan rongga ginjal (pelvis). Di bagian korteks ginjal terdapat nefron.
struktur ginjal manusia

Bagian-Bagian Nefron

Nefron adalah tempat utama terjadinya penyaringan darah pada ginjal. Bagian utama penyusun nefron adalah badan Malpighi dan tubulus ginjal.
bagian bagian nefron pada ginjal

Berikut merupakan bagian-bagian yang terdapat pada Malpighi.
  1. Glomerulus, merupakan pembuluh darah kapiler tempat darah disaring (difiltrasi). Zat sisa yang tidak berguna dan beberapa zat yang berguna dengan kadar berlebih akan masuk ke kapsula Bowman.
  2. Kapsula Bowman, merupakan selaput pembungkus glomerulus untuk menyaring (filtrasi). Hasil filtrasi akan masuk ke tubulus ginjal.
Bagian-bagian yang membangun tubulus ginjal adalah sebagai berikut.
  1. Tubulus kontortus proksimal.
  2. Lengkung Henle.
  3. Tubulus kontortus distal.
  4. Tubulus kolektivus.

Proses Pembentukan Urine

Proses pembentukan urine terdiri atas tiga tahap, tahap-tahap tersebut yang pertama adalah proses filtrasi (penyaringan), kemudian proses reabsorpsi (penyerapan kembali), dan proses yang terakhir dalam pembentukan urine adalah sekresi tubular. Untuk lebih jelasnya akan saya uraikan sebagai berikut.

1. Filtrasi (Penyaringan)
Filtrasi merupakan proses penyaringan darah yang berlangsung di dalam badan Malpighi yaitu dari glomerulus ke kapsula bowman, filtrat hasil filtrasi disebut urine primer, dalam urine primer masih terdapat zat lain yang berguna yaitu : air, glukosa, dan garam mineral seperti ion natrium (Na+) dan ion kalsium (Ca2+).

2. Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)
Reabsorpsi merupakan proses penyerapan  kembali zat dalam urine primer yang masih berguna, filtrat hasil reabsorpsi disebut urine sekunder , ada dua macam reabsorpsi yaitu reabsorpsi obligat dan fakultatif.

Reabsorpsi obligat berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal  hingga tubulus kontortus distal. Reabsorpsi obligat selalu berlangsung pada setiap keadaan dengan volume urine yang sama.

Reabsorpsi fakultatif berlangsung di tubulus distal dan tubulus kolektivus, pada kondisi tertentu, reabsorpsi fakultatif dibantu oleh hormon, misalnya reabsorbsi air dibantu oleh hormone antideuritika (ADH), dan reabsorbsi kalsium dibantu oleh hormone paratiroid  (PTH). Hasil reabsorpsi ini  berupa urine sekunder yang komposisinya mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi member warna dan bau pada urine.

3. Sekresi tubular (Augmentasi)
Sekresi tubular atau yang lebih sering disebut dengan augmentasi adalah proses pemindahan zat dari dalam darah ke tubulus distal. misalnya sekresi ion hidrogen (H+) dan ion kalium (K+). Filtrat hasil sekresi merupakan urin sesungguhnya. Urine sesungguhnya masih dapat direabsorpsi bahkan sampai urine berada di tubulus pengumpul (kolektivus).

Zat yang ada dalam urin adalah air, mineral, vitamin, sisa obat, hormon, urea, asam urat, dan kreatinin. Dalam keadaan tidak normal, urin juga mengeluarkan gula yang berlebih, misalnya pada penderita kencing manis (diabetes melitus).

Diabetes melitus terjadi karena penderita kekurangan hormon insulin. Fungsi insulin adalah merangsang pengubahan glukosa menjadi glikogen.

Gangguan pada Ginjal

Gangguan yang dapat terjadi pada ginjal adalah sebagai berikut.
  1. Diabetes melitus, dikenal dengan istilah kencing manis, yaitu urin mengandung gula yang terjadi karena kekurangan hormon insulin.
  2. Diabetes insipidus, yaitu pengeluaran urin yang berlebihan yang terjadi karena penderita kekurangan hormon ADH.
  3. Infeksi ginjal, terjadi karena masuknya bibit penyakit melalui saluran urine.
  4. Batu ginjal, terbentuk karena asam urat atau pengapuran.
  5. Gagal ginjal, ginjal tidak dapat berfungsi lagi sebagai filtrasi, yaitu membuang zat sisa dari darah ke urin dan mengembalikan zat yang masih berguna ke dalam darah.
Kelainan ginjal umumnya dipicu oleh gaya hidup yang kurang baik. Selain itu, kelainan ginjal juga dapat terjadi karena faktor genetis (keturunan). Diabetes melitus dan batu ginjal dapat terjadi karena pola makan yang kurang baik. Infeksi ginjal dapat terjadi melalui saluran kelamin.

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan ginjal diperlukan pola hidup yang baik, misalnya pola makan berimbang, rajin berolahraga, minum air putih secara teratur, dan menjaga kebersihan alat kelamin.
Read More

Minggu, 20 Desember 2015

Manfaat Virus Bagi Kehidupan Manusia

Manfaat Virus Bagi Kehidupan Manusia ~ Kita mengetahui bahwa virus merupakan hewan mikro yang dimana tidak ada gunanya dan sangat tak bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia, ternyata kita salah dalam menaggapinya. Ternyata dari keburukan virus masih ada sisi manfaatnya, bahkan sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Kali ini saya akan menjelaskan dan memaparkan beberapa manfaat yang bisa kita ambil dari yang namanya virus. Langsung aja untuk penjelasannya, silahkan simak baik-baik :

Manfaat Virus Bagi Kehidupan Manusia


  • Virus kali ini dapat digunakan untuk menghasilkan interferon yang dimana merupakan senyawa yang digunakan untuk mencegah replikasi virus dalam sel inang.
  • Virus kali ini juga digunakan untuk pembuatan vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit pada manusia seperti: sabin dan vaksin Salk untuk mencegah vaksin pasteur penyakit polio untuk mencegah rabies.
  • Virus kali ini juga dapat digunakan sebagai antibakteri karena dapat menghancurkan bakteri yang mengganggu produk makanan yang diawetkan, misalnya dalam pengawetan tahu dan tempe.
  • Virus kali ini juga dapat digunakan sebagai bahan untuk insulin. Misalnya, virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama-sama dengan gen yang memproduksi insulin ke dalam bakteri atau zat lain sehingga bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan secara bersamaan memproduksi insulin, atau zat lain.
  • Beberapa virus juga dapat digunakan untuk re-kombinasi genetika. Melalui terapi gen, inveksi menyebabkan gen yang terkandung dalam virus dapat berubah menjadi gen baik (gen Penyembuh).
  • Berguna sebagai antibodi virus dalam serum darah sebagai sekresi selaput lendir yang membantu tubuh menghancurkan zat-zat asing seperti virus (virus terhadap virus).
  • Virus juga berguna sebagai sistem model untuk mempelajari peristiwa yang mengontrol informasi genetik, karena virus kali ini sebenarnya potongan-potongan informasi genetik yang berbeda dari informasi genetik sel.
Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai manfaat virus bagi kehidupan dan kebutuhan hidup manusia. Semoga apa yang telah saya sampaikan tadi bermanfaat bagi kita semua dan dapat menambah wawasan kita tentang virus dan manfaatnya.
Read More

Sabtu, 19 Desember 2015

Masa Remaja atau Pubertas Pada Manusia

Masa Remaja atau Pubertas Pada Manusia~ Pengertian pubertas adalah waktu hidup ketika tubuh seorang anak matang menjadi seorang dewasa. Pada saat kita remaja, kita sudah akan saling mengenal dan saling menyukai lawan jenis, itu merupakan salah satu ciri-ciri memasuki masa pubertas remaja pada manusia.

Masa Remaja atau Pubertas Pada Manusia

Karakteristik pubertas fisik dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Karakteristik Seks Primer
  1. Organ genital telah mampu menghasilkan sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di testis, sementara wanita mulai memproduksi telur dalam ovarium (indung telur).
  2. Organ seks mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki pertama mengalami ditandai dengan "mimpi basah" bahwa proses pelepasan sperma atau air mani. Pada wanita menstruasi ditandai dengan pertama.

b. Karakteristik Seks Sekunder

Pada laki-laki remaja, pubertas ditandai dengan karakteristik seks sekunder sebagai berikut.
1) Mulai Adam apel tumbuh.
2) Mengubah suara menjadi lebih besar dan lebih berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak dan di sekitar organ genital.
5) Mulai tampak otot tumbuh lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melampaui pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat pada daerah wajah.

Pada anak perempuan, pubertas juga ditandai dengan karakteristik seks sekunder sebagai berikut.
1) payudara membesar dan puting mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan di sekitar organ genital.
4) Suara lebih keras.
5) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat pada daerah wajah.

Karakteristik Pubertas Pada Psikis
a. Pencarian identitas
Dalam pencarian identitas, remaja sering menentang pembentukan karena merasa belenggu kebebasan. Meskipun cara dewasa berpikir, tetapi remaja tidak ingin mengatakan sebagai anak-anak. Remaja sering mencoba karena rasa ingin tahu yang sangat besar.

b. Mulai tertarik dengan lawan jenis
Masa remaja adalah masa persiapan untuk dewasa. Tentu, ketika remaja memiliki afinitas dengan lawan jenis. Namun, pernikahan selama masa remaja tidak diperbolehkan karena secara mental belum siap. Kehamilan remaja negatif dapat berdampak baik pada diri mereka sendiri dan bayi.


Salah satu ciri pubertas pada anak perempuan yang menstruasi. Apakah menstruasi?
Pada saat wanita yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, akan ovarium ritun melepaskan telur. Telur belanja umumnya terjadi sekitar empat minggu (28 hari) sekali. Dalam proses ini juga memiliki penebalan dinding rahim dalam persiapan untuk ketika telur yang dibuahi

Oleh karena itu, jika akhir siklus tidak dibuahi, sel-sel yang melapisi rahim akan menyusut dan mati dan akhirnya meluruh. Dinding rahim proses pembusukan ini akan keluar dengan darah, lendir, dan cairan dari dinding rahim dikenal sebagai menstruasi. Perdarahan menstruasi berlangsungselama saya sampai 8 hari.
Read More

Rabu, 16 Desember 2015

Siklus Mentruasi Pada Wanita

Siklus Mentruasi Pada Wanita ~ Menstruasi adalah perdarahan menstruasi yang terjadi karena luruhnya dinding bagian dalam rahim (endometrium) yang mengandung banyak pembuluh darah. Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima implantasi embrio. Jika tidak ada implantasi embrio dari lapisan ini akan ditumpahkan, darah keluar melalui serviks dan vagina. Perdarahan ini terjadi secara berkala, interval antara periode menstruasi berikutnya dikenal sebagai salah satu dari siklus menstruasi.
Siklus Mentruasi Pada Wanita


Siklus menstruasi wanita berbeda, tetapi pada rata-rata berkisar 28 hari. Hari pertama menstruasi dinyatakan sebagai hari pertama siklus menstruasi. Siklus ini terdiri dari empat fase: fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase pasca-ovulasi.

1. fase menstruasi
Terjadi ketika telur tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Penurunan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan endometrium disertai dengan pelepasan ovum dari endometrium dan luruhnya robek, menyebabkan perdarahan. Fase menstruasi berlangsung sekitar 5 hari. Darah yang keluar selama periode berkisar antara 50-150 mili liter

2. Tahap pra-ovulasi atau fase proliferasi
Hormon gonadotropin pembebas disekresi oleh hipotalamus merangsang hipofisis untuk mensekresikan FSH. FSH merangsang pematangan folikel dan merangsang folikel untuk melepaskan hormon estrogen. Kehadiran estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) dari dinding endometrium. Kadar estrogen meningkat juga menyebabkan leher rahim (leher rahim) untuk menghapus basis lendir. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan lingkungan asam dari vagina sehingga mendukung kehidupan sperma.

3. Langkah Ovulasi
Jika siklus menstruasi wanita dari 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke-14 tingkat estrogen meningkat menghambat sekresi FSH, hipofisis untuk mensekresikan LH. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.

4. Fase atau sekresi fase pasca-ovulasi
Berlangsung selama 14 hari sebelum haid berikutnya. Meskipun panjang siklus menstruasi berbeda, fase pasca-ovulasi selalu sama, yaitu 14 hari sebelum haid berikutnya. De Graaf folikel (follicle dewasa), yang telah merilis oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon estrogen, tetapi tidak sebanyak ketika bentuk folikel.

Progesteron mendukung kerja estrogen menebal dan muncul pembuluh darah di endometrium serta menyiapkan endometrium untuk menerima implantasi embrio jika pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albicans hanya sedikit mensekresikan hormon, progesteron dan estrogen tingkat sangat rendah. Situasi ini menyebabkan menstruasi dan sebagainya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai "Siklus Menstruasi pada Wanita", semoga bermanfaat bagi kita semua terutama pada wanita dan sampai jumpa lagi.
Read More

Rabu, 09 Desember 2015

Macam-Macam jenis Protista Mirip Hewan

Macam-Macam jenis Protista Mirip Hewan ~ Protista yang makhluk hidup bersel tunggal atau yang telah memiliki banyak membran inti (eukariotik). Jenis makhluk hidup tidak termasuk dalam kelompok tanaman, hewan, dan jamur. Mereka hanya menyerupai makhluk hidup.



Protozoa uniseluler sudah memiliki organel sel seperti membran plasma, mitokondria, sitoplasma, dan inti sel. Dengan cara gerak protozoa dapat dibagi menjadi: Rhizopoda, Ciliata, flagelata dan Sporozoa. Bereproduksi secara aseksual dengan memisahkan diri, sementara seksual dengan konjugasi (campuran individu yang tidak diketahui gender).

a. Rhizopoda
Tempat Rhizopoda hidup di air tawar, air laut, tempat basah, tetapi ada juga tinggal dalam tubuh organisme lain (hewan dan manusia). Mudah untuk belajar, kita mengambil contoh nya, yaitu Amoeba.

Bentuk amuba tidak tetap (berubah), bagian luar tubuhnya ditutupi dengan membran membran sel / plasma sebagai isi sel pelindung. Membran ini berfungsi untuk membentuk kaki semu (pseudopodia), pertukaran gas (O2 dan CO2), masukkan makanan (fagositosit), ekskresi, serta merespon rangsangan dari lingkungan. Sitoplasma dibagi menjadi ektoplasma atau plasma luar lebih tebal dari endoplasma (plasma dalam). Bagian tengah tubuh terdapat inti, ada dua jenis vakuola, yang kontraktil dan vakuola non-kontraktil.

Ada dua jenis Amoeba, yaitu Ektoamoeba dan Entamoeba. Ektoamoeba adalah amuba yang hidup bebas di luar tubuh yang hidup, misalnya Amoeba Proteus, Chaos carolinese. Entamoeba adalah amuba yang hidup di dalam tubuh organisme, seperti Entamoeba histolytica, yang hidup di usus kecil, parasit, dapat menyebabkan disentri amoebawi (amoebiasis, kerusakan jaringan tubuh, yaitu eritrosit dan bening, sehingga feses pasien dengan darah dan lendir).

B. Flagelata
Flagelata fitur karakteristik cambuk flagel / bulu sebagai alat gerak di salah satu ujung tubuh, yang berfungsi untuk menaruh makanan ke dalam mulutnya. Sebagian hidup bebas, saprofor sisa-sisa organisme tetapi beberapa adalah parasit pada hewan dan manusia. Flagelata dibagi menjadi dua, yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata.

C. Ciliata
Ciliata disebut Ciliophora, memiliki silia bergetar atau rambut yang merata di seluruh permukaan tubuh atau pada bagian-bagian tertentu dari tubuhnya. Ini getar rambut yang digunakan untuk memindahkan di perairan. Gerakan dengan bergetar seluruh silianya sehingga dapat dipindahkan. Habitat di lingkungan perairan (air tawar / laut) yang kaya bahan organik.

Ada banyak bentuk seperti sandal, lonceng, corong dan sebagainya. Hewan berbentuk seperti sandal mudah untuk mendapatkan di perairan yang mengandung banyak sisa-sisa tanaman (misalnya air rendaman jerami), misalnya, Paramecium caudatum.

Paramaecium ini dapat memiliki dua inti, yaitu inti mikro makro dan inti, serta memiliki vakuola kontraktil sebagai pengatur osmoregulasi.
Reproduksi aseksual Paramaecium adalah untuk membagi biner, sedangkan reproduksi seksual.
    Read More

    Minggu, 06 Desember 2015

    Peran Mikroorganisme dalam Penerapan Bioteknologi

    Peran Mikroorganisme dalam Penerapan Bioteknologi - Penerapan bioteknologi dalam kehidupan, biasanya digunakan pada mikroorganisme. Mikroorganisme memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap perkembangan bioteknologi di berbagai bidang aspek kehidupan. Untuk lebih jelas dan rinci dalam peran mikroorganisme dalam aplikasi biologi, saya akan menjelaskan sebagai berikut.
    Peran Mikroorganisme dalam Penerapan Bioteknologi


    Peranan Mikroorganisme Terhadap Penghasil Makanan atau Minuman

    Mikroorganisme dapat digunakan untuk membuat tempe, kecap, cuka, oncom, dan makanan lainnya. Saat ini, pembuatan bahan makanan dikembangkan secara ilmiah dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, nata de coco, anggur bir dan yang modern lainnya. Proses pembuatan tempe masih perlu ditingkatkan oleh berbagai penelitian sebagai tempe memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama protein nabati dan memiliki beberapa properti termasuk menurunkan kolesterol darah.
    Contoh mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan produk makanan, antara lain:

    • Lactobacillus bulgaricus ( berperan dalam pembuatankeju dan yoghurt)
    • Rhizopus oligospurus (berperan dalam pembuatan tempe)
    • Penecilium camemberti dan Penecillium requeforti ( berperan dalam pembuatan keju)
    • Acetobacter xylinum (berperan dalam pembuatan nata de coco)
    • Saccharomyces cerevisiae (berperan dalam pembuatan roti dan tapai)
    • Aspergillus wentii (berperan dalam pembuatan kecap)

    Peranan Mikroorganisme Terhadap Penghasil Protein Sel Tunggal (PST)

    Mikroorganisme, seperti ganggang, jamur, maupun bakteri, dapat menghasilkan protein. Protein ini berada di dalam sel, bukan merupakan bahan yang disekresikan oleh sel.

    a. Kelebihan Protein Sel Tunggal
    PST sangat menguntungkan karena dapat digunakan sebagai sumber protein. Hal ini dikarenakan:
    1) Secara umum, organisme dapat membelah dengan cepat.
    2) Tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.
    3) Bisa hidup di pembuangan sampah, seperti selulosa, limbah minyak, atau limbah organik lainnya.
    4) mikroorganisme yang seperti ganggang dapat memanfaatkan energi cahaya untuk digunakan sebagai penghasil Protein Sel Tunggal.
    Contoh protein sel tunggal adalah Spirulina dan Chorella.

    b. Kelemahan Protein Sel Tunggal
    Ada beberapa kelemahan Protein Sel Tunggal, antara lain:
    1. PST memiliki dinding sel terdiri dari selulosa, terutama ganggang, sedangkan manusia tidak bisa mencerna selulosa.
    2. PST dihasilkan kurang menarik, seperti jelly.
    3. Isi asam nukleat dari Protein Sel Tunggal cukup tinggi dan sulit dicerna dan dapat menyebabkan asam urat.

    Peranan Mikroorganisme Terhadap Penghasil Zat Organik

    Beberapa mikroorganisme dapat juga menghasilkan sebuah zat organik, seperti etanol, asam asetat, asam sitrat, aseton, dan gliserol. Zat organik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti minuman.

    Untuk menghasilkan etanol (alkohol) diperlukan sel ragi dengan bahan baku karbohidrat, seperti singkong dan padi. Proses manufaktur sering disebut sebagai fermentasi (proses fermentasi). Proses ini berlangsung di anaerob dan menghasilkan karbon dioksida dalam bentuk gelembung udara.

    Itulah beberapa penjelasan saya mengenai Peran Mikroorganisme dalam Penerapan Bioteknologi, semoga apa yang telah saya sampaikan pada topik kali ini bermanfaat bagi kita semua dan akan menambah wawasan ilmu pengetahuan kita dalam hal mikroorganisme dan terimakasih sudah berkunjung ke tempat kami.
    Read More